Review Buku Islam Syariat ( DR. Haedar Nashir)


Pendahuluan

Gerakan Islam syariat adalah suatu gerakan yang berusaha dengan gigih untuk memperjuangkan formalisasi syariat islam dalam institusi negara (pemerintah). Di Indonesia itu sendiri muncul kepermukaan secara terbuka pada awal era reformasi. Gerakan ini dimulai dengan usaha sekelompok umat islam guna memasuki kembali piagam Jakarta dalam Amandemen UUD 1945 pada siang tahunan MPR-RI tahun 2000. Yang kemudian memasukan 7 kata “keramat” Yakni dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya ke dalam pembukaan UUD 1945 tetapi tidak berhasil karena tidak mendapat  dukungan politik yang kuat dari parlemen. Setelah itu munculnya gerakan islam syariat ke daerah-daerah di Indonesia. Kelompok islam ini dalam gerakannya menunjukan militansi yang cukup kuat, yang ditunjukan oleh kegigihannya dalam memperjuangkan piagam Jakarta maupun penerapan islam di sejumlah daerah. Di daerah cukup mengalami keberhasilan terutama di daerah Bulukumba Sulawesi Selatan, Cianjur Jawa Barat dan terlebih lagi di Aceh yang berhasil meraih status Otonomi Khusus yang memberlakukan syariat islam dalam berbagi aspek kehidupan. Paham integralisme islam dapat ditunjukan pada gerakan revivalisme islam dengan tema gerakan “kembalinya pada Al-qur’an dan As-Sunnah”. Perspektif dedukonstruksionisme berusaha melakukan dekonstruksi atau pembongkaran terhadap pemikiran-pemikiran yang selama ini mapan atau status quo dan berpengaruh kuat dalam kesadaran kolektif umat islam.
Perspektif gerakan sosial Islam
Konseptualisasi gerakan Islam ;

  1.  Konsep gerakan Islam syariat dalam penelitan ini ialah aktivisme kelompok Islam yang menjadikan syariat sebagai doktrin utama ajaran Islam yang diperjuangkan melalui suatu gerakan formalisasi atau pelembagaan syariat kedalam kehidupan negara atau pemerintah.
  2. Konsep syariat Islam sebagaimana dikembangkan oelh syaltut ialah seperangkat peraturan dan tuntutan ajaran Islam tentang kehidupan.
  3. Gerakan Islam yang memperjuangkan piagam Jakarta di Indonesia merupakan aktivisme ideology politik di kalangan umat Islam yang berusaha untuk memasukan kembali piagam tahun 1945 ke dalam konstitusi dasar negara RI melalui perjuangan politik secara legal dan formal.
  4. Gerakan penerapan syariat Islam yang berkembang di daerah-daerah merupakan gerakan Islam syariat yang memperjuangkan pelembagaan syariat Islam yang secara legal dan formal melalui proses legislasi di tingkat pemerintah daerah.
  5. Gerakan Islam syariat baik melalui pemberlakuan kembali piagam Jakarta maupun penerapan syariat Islam di dalam sejumlah daerah di Indonesia merupakan bentuk politisasi syariat karena wataknya yang memperjuangkan Islamisasi ajaran agama yang secara ketat berdasarkan idealism Islam pada zaman nabi dan generasi salaf.
  6.  Gerakan islam syariat merupakan bentuk politisasi syariat karena wataknya yang memperjuangkan Islamisasi ajaran agama dalam kehidupan politik secara niscaya.
  7. Gerakan Islam syariat secara sosiologis digambarkan mengalami reproduksi.
  8. Dengan demikian, gerakan Islam syariat secara operasional memiliki cir-cir karakteristik yang kongkret.


BAB I 
Pandangan Dunia dan Orientasi Gerakan Islam

Gerakan keagamaan pada umumnya melibatkan unsur-unsur agama itu sendiri, yaitu sistem keyakinan, simbol, organisasi dan praktik-praktik keagamaan. Selama lebih dari 14 abad, Islam tumbuh dan berkembang dari abad ke 17 di Arab Saudi menjadi agama dunia yang pemeluknya dapat ditemukan di segenap penjuru dunia. Keragaman corak pemikiran dan gerakan Islam tersebut sebenarnya memiliki akar sejarah pada masa klasik terutama pada pengaruh ketiga abad pertama hijriyah. Perkembangan pemikiran Islam periode awal tersebut tumbuh pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abasiyyah dnegan kemunculan dua aliran (mazhab) atau pandangan keislaman yang sering berbeda secara tajam.

I.     Islam dan Syariat

Syaltut membagi aspek ajaran Islam ke dalam dua hal pokok, yaitu akidah dan syariat. Sebagaimana pendapatnya “ Islam itu agama Allah. Ajaran-ajaran yang berupa pokok-pokok akidah (kepercayaan) dan pokok syariat (peraturan) telah disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya beliau ditugaskan untuk menyampaikan kepada segenap manusia dan menyarankan supaya mereka memeluk agama Islam dan menjalankan menurut semestinya.”
              Sedangkan syariat ialah “susunan, peraturan dan ketentuan yang disyariatkan Tuhan dnegan lengkap atau pokok-pokoknya saja , supaya manusia mempergunakannya dalam mengatur hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan saudara seagama , hubungan dengan saudara sesame manusia serta hubungan dengan alam besar dan kehidupan.”

Maka aspek syariat atau fiqih itu mencakup dua hal pokok yaitu;
a.       Hukum  ibadah, yaitu hukum-hukum yang berkaitan dengan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah seperti sholat , zakat , puasa dan haji.
b.        Hukum  muamalah, yaitu hukum-hukum yang menggariskan hubungan manusia dengan sesame manusia diluar bidang ibadah.

II.                  Paham Tentang Negara Islam

Menurut Munawir Sjadzali, secara lengkap membagi 3 pendangan muslim tentang negara yang satu sama lain saling berbeda , yaitu;

a.       Ajaran pertama (tradisional atau integralistik) yaitu paham yang berpendirian bahwa Islam bukanlah semata-mata agama dalam pengertian Barat, yakni hanya menyangkut hubungan manusia dnegan Tuhan.
b.      Aliran kedua (sekuler atau reformis – sekuler) yaitu kelompok ini menyatakan bahwa Islam adalah agama dalam pengertian Barat, yang tidak ada hubungannya dengan urusan kenegaraan.
c.       Aliran ketiga (reformis atau modernis) yaitu pemikiran ketiga ini menolak pendapat pertama maupun pendapat kedua. Menurut aliran ini bahwa dalam Islam memang tidak terdapat sistem ketatanegaraan. Tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika bagi kehidupan bernegara.

III.                Syalafiah Dalam Islam

Syalafia merupakan kualitias generasi umat islam terbaik, yang disebut khairiyyah. Namun dalam perkembangannya syalafiah menjadi sebuah aliran mazhab dalam Islam.

IV.                 Islam Sebagai Ideologi
Masih menjadi perdebatan, tetapi dalam kenyataanya di sebagian lingkungan muslim selalu terdapat gerakan atau pemikiran yang menjadikan Islam sebagai ideologi. Di kenal sebagai Islamic Ideology karena ideologi dalam gerakan islam memiliki pertautan dan landasan dengan ajaran Islam.
V.                  Revivalisme Islam
Revivalisme Islam merupakan gerakan kebangkitan Islam. Revivalisme gradualis. Islam revolusionner dan revivalis islam mesianis. Gerakan neoformis ( Ikhwanul muslimin, Jamaah Islami, Taliban)

VI.                Reformisme / Modernisme Islam
Merupakan sebuah gerakan Islam modern yang lahir pada abad ke 19 ketika dunia Islam berada dalam supremasi dan ekspansi penjajah eropa.
VII.              Fundamentalisme Islam
Gerkan ini cenderung menekan pada kemurian atas seperangkat doktrin yang diterima.
VIII.            Neomodernisme
Merupakan kritik terhadap modernism klasik. Ada dua kelemahan dalam modernism klasik
a.       Modernisme klasik tidak menguraikan secara tuntas metodologinya yang secara semi emplisit terletak dalam  mengangani masalah-masalah khusus dan implikasinya.
b.      Masalah-masalah ad-hock

BAB II  
Dinamika Islamisasi dan Ideologi Islam

                              a.       Islamisasi pengislaman dunia, usaha mengislamkan dunia
                              b.      Islamisasi dan pan-islamisme
                              c.       Awal kebangkitan islam
                            d.     Munculmya gerakan islam modern (SI, Muhammadiyah, Al-Irsyad,PI, NU,                                      HTI dan lain-lain)
                            e.      Piagam Jakarta
                            f.        Islam ideologis pada era orde baru Islamisme pada era reformasi

BAB III 
Penerapan Syariat Islam di Daerah (Islamisasi Jalur Bawah)

         a.      Neofundamentalisme merupakan bentuk pergeseran dari Islamisme yang cenderung          politis dan refolusioner dan berorientasi pada syariat, agama yang murni , berorientasi         dakwah dan lain-lain
         b.      Penerapan Syariat di Nangro Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat


BAB IV
 Gerakan HTI dan MMI


                     a.       Gerakan HTI ( Hizbut Tahrir Indonesia)
                     b.      Gerakan MMI (Majelis Mujahidin Indonesia)
                     c.       Perbedaan HTI & MMI